pokermuka     CONTACT
JACKPOT

mukapokerMukapoker.org .net dan .com Merupakan Agen Poker Online Indonesia Terpercaya Jackpot Besar Dan Terjamin, Proses Deposit Dan Withdraw Cepat Situs Poker Online Judi Poker sejatinya adalah poker online terbesar dan terbaik di Indonesia.

Bergabunglah bersama kami system poker tanpa bot dengan jackpot besar pelayanan cepat 24jam/hari kepuasan anda merupakan kebahagiaan kami, ayo tunggu apalagi boss gabunglah menjadi member pokermuka untuk mendapatkan kemenangan poker dengan uang nyata!  ya betul uang nyata  berbentuk chips seperti di Situs Poker Online 

Poker Online Indonesia – Inzaghi: Milan Tak Boleh Lagi Kebobolan dari Sepak Pojok

Update Terakhir: Januari 11, 2015

Poker Online Indonesia – Inzaghi: Milan Tak Boleh Lagi Kebobolan dari Sepak Pojok

Agen Poker Indonesia – Filippo Inzaghi menuntut perbaikan dari AC Milan kala melawat ke markas Torino. Kerentanan terhadap sepak pojok menjadi sorotan utama allenatore Milan itu.

Milan menelan kekalahan 1-2 saat menjamu Sassuolo di giornata ke-17 lalu. Gol penentu kemenangan tim tamu oleh Simone Zaza lahir dari sepak pojok.

Agen Bola – Itu adalah kali ketujuh Milan kemasukan gol dari tendangan sudut dari 17 pertandingan di musim ini. Rossoneri menjadi klub kedua yang paling banyak kebobolan dari sepak pojok di Serie A setelah Cesena.

Hal itu menjadi perhatian khusus Inzaghi jelang lawatan ke markas Torino, Minggu (11/1/2015) dinihari WIB. Dia berharap Philippe Mexes dkk. lebih waspada dan tak lagi kebobolan dari tendangan sudut.

Agen Sbobet – “Besok akan jadi ujian yang bagus. Kami harus lebih perhatian, karena kami kebobolan dari sepak pojok. Kami harus lebih pintar dan lebih tajam di lapangan,” ujar Inzaghi seperti dikutip Football Italia.

“Kami sudah kebobolan gol seperti itu untuk waktu yang lama, tendangan sudut selalu jadi keterbatasan kami. Hal yang sama juga berlaku untuk gol dari lemparan ke dalam.”

Bandar Bola Terpercaya – “Saya tidak bisa menjelaskan mengapa selama 10 tahun Milan selalu kebobolan dari bola mati. Saya tidak tahu apakah ini masalah dengan tim, pengorganisasiannya, atau kami tidak punya cukup pemain tinggi.”

“Dalam beberapa pertandingan terakhir kami terlalu naif, saya tidak bisa melatih itu. Semoga kami menyadari bahwa tidak boleh kebobolan dari sepak pojok, semoga itu tidak terjadi lagi,” imbuhnya.