pokermuka     CONTACT
JACKPOT

mukapokerMukapoker.org .net dan .com Merupakan Agen Poker Online Indonesia Terpercaya Jackpot Besar Dan Terjamin, Proses Deposit Dan Withdraw Cepat Situs Poker Online Judi Poker sejatinya adalah poker online terbesar dan terbaik di Indonesia.

Bergabunglah bersama kami system poker tanpa bot dengan jackpot besar pelayanan cepat 24jam/hari kepuasan anda merupakan kebahagiaan kami, ayo tunggu apalagi boss gabunglah menjadi member pokermuka untuk mendapatkan kemenangan poker dengan uang nyata!  ya betul uang nyata  berbentuk chips seperti di Situs Poker Online 

Poker Onlone indonesia – Eric yang Bukan Malaikat

Update Terakhir: Januari 26, 2015

Poker Onlone indonesia – Eric yang Bukan Malaikat

thumbnail

Agen Poker Indonenesia– Beberapa orang tercipta untuk kemudian menjadi orang baik-baik, lainnya menjadi brengsek, dan sisanya abu-abu. Malaikat tinggal di surga, iblis menetap di neraka, manusia berada di tengah-tengah.

Agen Bola – Wajar kalau kemudian beberapa manusia digambarkan sebagai makhluk yang rumit. Tidak pernah benar-benar hitam, tidak pernah benar-benar putih. Manusia-manusia yang demikianlah yang sulit untuk dideskripsikan. Manusia-manusia yang bukan malaikat, bukan juga iblis.

Manusia-manusia demikian kerap kali mewujud menjadi sosok-sosok enigmatik. Tidak bisa diterka. Kadang kita dibuat terheran-heran olehnya: Dia senyata-nyatanya bukanlah orang yang benar-benar baik, tapi mengapa kita tetap mengelu-elukannya?

Agen Sbobet – Di antara sosok-sosok yang enigmatik itu, tersebutlah Eric Cantona. Le Roi –atau The King— demikian dia biasa dijuluki oleh para penggemar Manchester United. The King of Old Trafford, kata mereka. Entah orang macam apa yang bisa dijuluki The King ketika masa pengabdiannya untuk klub hanya lima tahun. Ryan Giggs yang main sampai lebih dari dua dekade saja tidak sampai dapat jejuluk demikian.

Bandar Bola Terpercaya – Cantona hanya punya empat trofi Premier League –Rio Ferdinand saja punya trofi lebih banyak: 6 trofi. Cantona juga tidak punya trofi Liga Champions di kabinetnya –masih lebih banyak koleksi Giggs dan Paul Scholes: dua trofi. Lalu, mengapa sedemikian hebatnya Cantona? Konon, Cantona adalah kepingan terakhir yang dibutuhkan Alex Ferguson. Tanpa pembeliannya, Ferguson tidak mungkin pecah telur. Gelar juara Premier League pertama dan beberapa selanjutnya tidak mungkin didapat.

Penjabaran mengenai Cantona memang lebih dari sekadar trofi-trofinya. Masih banyak pemain yang lebih bergelimang trofi. Tapi, memang kadang trofi tidak dijadikan tolok ukur dari kelegendarisan seorang pemain. Untuk Cantona, dia akan dikenang dari kharisma dan enigmanya, dari kerah terangkat di kostumnya –selayaknya mahkota buat dia.

“Ada dua Eric Cantona,” ujar Michel Platini kepada The Independent belasan tahun silam.
Legenda hidup sepakbola Prancis itu hendak menjabarkan Cantona sebagai sosok yang kompleks. Si manusianya sendiri adalah Cantona yang dikenal di Prancis sebagai pemain paling kharismatik se-generasinya, sementara si manusia yang berbicara adalah Cantona yang dikenal bermasalah dan kerap bertindak tanpa berpikir panjang.

Cantona pergi dari Prancis pada 1991 dengan sederet catatan indisipliner. Cantona adalah sosok yang dikenal semau gue di Prancis, sampai-sampai komisi disiplin di Prancis menganggapnya patut dikhususkan. Menilai Cantona tidak bisa sama dengan menilai pemain-pemain lainnya. Ada jejak sulfur yang dia tinggalkan ke mana pun dia melangkah.